Abdullah bin Zubeir – Pejuang Putra Pejuang

Isu bahwa kaum muslimin tidak akan bisa melahirkan bayi karena telah diteluh oleh dukun-dukun Yahudi di Madinah, terjawab sudah. Seorang wanita mulia putri As Siddiq telah melahirkan kandungannya ketika beliau sedang hijrah dari Makkah ke Madinah menyusul teman-temannya seaqidah. Beliau tidak lain adalah Asma` binti Abi Bakar yang melahirkan bayi laki-laki-laki-laki di Quba` dan diberi nama Abdullah. Sebelum disusui Abdullah bin Zubeir dibawa menghadap Nabi SAW dan ditahniq dan didoa`kan oleh beliau.

Abdullah yang memang lahir dari pasangan mujahid dan mujahidah ini berkembang menjadi seorang pemuda pewira yang perkasa. Keperwiraannya dimedan laga ia buktikan ketika bersama mujahid-mujahid lainnya menggempur Afrika membebaskan mereka dari kesesatan. Pada waktu mengikuti ekspedisi tersebut usianya baru berkisar 17 tahun. Namun begitulah kehebatan sistem tarbiyah Islamiyah yang bisa mencetak pemuda belia menjadi tokoh-tokoh pejuang dalam menegakkan Islam.
Dalam peperangan tersebut jumlah personel diantara dua pasukan jauh tidak seimbang. Personel kaum muslimin hanya 120 ribu tentara sedangkan musuh berjumlah 120 ribu orang. Keadaan ini cukup membuat kaum muslimin kerepotan melawan gelombang musuh yang demikian banyak, walau hal itu tidak membuat mereka keder. Sebab bagi mereka perang adalah mencari kematian sedang ruhnya bisa membumbung menuju jannah sebagaimana yang telah dijanjikan Rabb mereka.

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan tersebut segera Abdullah memutar otak mencari rahasia kekuatan lawan. Akhirnya ia menemukan jawaban, bahwa inti kekuatan musuh bertumpu pada raja Barbar yang menjadi panglima perang mereka. Segera dan dengan penuh keberanian ia mencoba menembus pasukan musuh yang berlapis-lapis menuju kearah panglima Barbar. Upayanya tidak sia-sia, ketika jarak antara dirinya dengan raja Barbar telah dekat segera ia tebaskan pedang nya menghabisi nyawa panglima kaum musyrik tersebut. Panji pasukan lawan pun direbut oleh teman-temannya dari tangan musuh. Dan ternyata dugaan Abdullah tidak meleset, segera setelah itu semangat tempur pasukan musuh redup dan tak lama kemudian mereka bertekuk lutut dihadapan para mujahid yang gagah berani.

Selain seorang jago perang, Abdullah juga seorang `abid yang penuh rasa khusuk dan ketawadhuan. Mujahis penah memberi kesaksian bahwa apabila Ibnu Zubeir sedang sholat, tubuhnya seperti batang pohon yang tak bergeming karena khusuknya dalam sholat. Bahkan Yahya bin Wahab juga bercerita bahwa apabila `Abdullah bin Zubeir ini sedang sujud, banyak burung-burung kecil bertengger dipunggung beliau karena mengira punggung tersebut adalah tembok yang kokoh. Tokoh yang tegas dalam kebenaran ini wafat pada usia 72 tahun terbunuh oleh tangan pendosa Hajjaj bin Yusuf.

( dikembangkan dari Shifatu ash-Shofwah, juz 1,hal 344 )
Oleh :
Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Iklan

Hudhayfa Ibnul Yaman – Seteru Kemunafikan, Kawan Keterbukaan

Penduduk kota Madain berduyun-duyun keluar untuk menyambut kedatangan wali negeri mereka yang baru diangkat serta dipilih oleh Amirul Mu’minin Umar ra. Mereka pergi menyambutnya, karena lamalah sudah hati mereka rindu untuk bertemu muka dengan shahabat Nabi yang mulia ini, yang telah banyak mereka dengar mengenai keshalihan dan ketaqwaannya, begitu pula tentang jasa-jasanya dalam membebaskan tanah Irak.
Ketika mereka sedang menunggu rombongan yang hendak datang, tiba-tiba muncullah di hadapan mereka seorang laki-laki dengan wajah berseri-seri. Ia mengendarai seekor keledai yang beralaskan kain usang, sedang kedua kakinya teruantai ke bawah, kedua tangannya memegang roti serta garam sedang mulutnya sedang mengunyah.

Demi ia berada di tengah-tengah orang banyak dan mereka tahu bahwa orang itu tidak lain dari Hudhayfa Ibnul Yaman, maka mereka jadi bingung dan hampir-hampir tidak percaya. Tetapi apa yang akan diherankan? Corak kepemimpinan bagaimana yang mereka nantikan sebagai pilihan Umar? Hal itu dapat difahami, karena baik di masa kerajaan Persi yang terkenal itu atau sebelumnya, tak pernah diketahui adanya corak pemimpin semulia ini.
Hudhayfa meneruskan perjalanan sedang orang-orang berkerumun dan mengelilinginya. Dan ketika dilihat bahwa mereka menatapnya seolah-olah menunggu amanat, diperhatikannya air muka mereka, lalu katanya, “Jauhilah oleh kalian tempat-tempat fitnah!” Ujar mereka, “Di manakah tempat-tempat fitnah itu wahai Abu Abdillah?” Ujarnya, “Pintu rumah para pembesar!” Seorang di antara kalian masuk menemui mereka dan mengiakan ucapan palsu serta memuji perbuatan baik yang tak pernah mereka lakukan!”

Suatu pernyataan yang luar biasa di samping sangat mena’jubkan! Dari ucapan yang mereka dengar dari wali negeri yang baru ini, orang-orang segera beroleh kesimpulan bahwa tak ada yang lebih dibencinya tentang apa saja yang terdapat di dunia ini, begitupun yang lebih hina dalam pandangan matanya daripada kemunafikan. Dan pernyataan ini sekaligus merupakan ungkapan yang paling tepat terhadap kepribadian wali negeri baru ini, serta sistem yang akan ditempuhnya dalam pemerintahan.

Hudhayfa Ibnu Yaman memasuki arena kehidupan ini dengan bekal tabi’at istimewa. Di antara ciri-cirinya ialah anti kemunafikan dan mampu melihat jejak dan gejalanya walau tersembunyi di tempat-tempat yang jauh sekalipun. Semenjak ia bersama saudaranya, Shafwan, menemani bapaknya menghadap Rasulullah SAW dan ketiganya memeluk Islam, sementara Islam menyebabkan wataknya bertambah terang dan cemerlang, maka sungguh, ia menjaganya secara teguh dan suci, serta tulus dan gagah berani dan diapndangnya sifat pengecut, bohong dan kemunafikan sebagai sifat yang rendah dan hina.

Ia terdidik ditangan Rasulullah SAW dengan kalbu terbuka tak ubah bagai cahaya shubuh, hingga tak suatupun dari persoalan hidupnya yang tersembunyi. Tak ada rahasia terpendam dalam lubuk hatinya, seorang yang benar dan jujur, mencintai orang-orang yng teguh membela kebenaran, sebaliknya mengutuk orang-orang yang berbelit-belit dan riya, orang-orang culas bermuka dua!
Ia bergaul dengan Rasulullah SAW dan sungguh, tak ada lagi tempat baik di mana bakat Hudhayfa ini tumbuh subur dan berkembang sebagai halnya di arena ini, yakni dalam pengkuan agama Islam, di hadapan Rasulullah SAW dan di tengah-tengah golongan besar kaum perintis dari shahabat-shahabat Rasulullah SAW. Bakatnya ini benar-benar tumbuh menurut kenyataan, hingga ia berhasil mencapai keahlian dalam membaca tabi’at dan airmuka seseorang. Dalam waktu selintas kilas, ia dapat menebak airmuka dan tanpa susah payah akan mampu menyelidiki rahasia-rahasia yang tersembunyi serta simpanan yang terpendam.

Kemampuannya dalam hal ini telah sampai kepada apa yang diinginkannya, hingga Amirul Mu’minin Umar r.a. yang dikenal sebagai orang yang penuh dengan inspirasi, seorang yang cerdas dan ahli, sering juga mengandalkan pendapat Hudhayfa, begitu pula ketajaman pandangannya dalam memilih tokoh dan mengenali mereka. Sungguh Hudhayfa telah dikaruniai fikiran jernih, menyebabkannya sampai pada suatu kesimpulan, bahwa dalam kehidupan ini sesuatu yang biak itu adalah yang jelas dan gamblang, yakni bagi orang yang betul-betul menginginkannya. Sebaliknya yang jelek ialah yang gelap atau samar-samar, dan karena itu orang yang bijaksana hendaklah mempelajari sumber-sumber kejahatan ini dan kemungkinan-kemungkinannya.

Demikianlah Hudhayfa r.a terus menerus mempelajari kejahatan dan orang-orang jahat, kemunafikan dan orang-orang munafiq. Berkata ia, “Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, karena takut akan terlibat di dalamnya. Pernah kubertanya, ‘Wahai Rasulullah, dulu kita berada dalam kejahiliyahan dan diliputi kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini, apakah dibalik kebaikan ini ada kejahatan?’ ‘Ada’, ujarnya. ‘Kemudian apakah setelah kejahatan masih ada lagi kebaikan?’ tanyaku pula. ‘Memang, tetapi kabur dan bahaya.’ ‘Apakah bahaya itu?’ ‘Yaitu segolongan ummat mengikuti sunnah bukan sunnahku, dan mengikuti petunjuk bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu dan laranglah.’ ”

‘Kemudian setelah kebaikan tersebut masihkan ada lagi kejahatan?’ tanyaku pula. ‘Masih,’ ujar Nabi, ‘Yakni para tukang seru di pintu neraka. Barangsiapa menyambut seruan mereka, akan mereka lemparkan ke dalam neraka!’ Lalu kutanyakan kepada Rasulullah, ‘Ya Rasulullah, apa yang harus saya perbuat bila saya menghadapi hal demikian?’ Ujar Rasulullah, ‘Senantiasa mengikuti jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka!’ ‘Bagaimana kalau mereka tidak punya jama’ah dan tidak pula pemimpin?’ ‘Hendaklah kamu tinggalkan golongan itu semua, walau kamu akan tinggal dirumpun kayu sampai kamu menemui ajal dalam keadaan demikian!’

Nah, tidakkah anda perhatikan ucapannya, “Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, karena takut akan terlibat di dalamnya.” Hudhayfa Ibnu Yaman menempuh kehidupan ini dengan mata terbuka dan hati waspada terhadap sumber-sumber fitnah dan liku-likunya demi menjaga diri dan memperingatkan manusia terhadap bahayanya. Dengan demikian ia menganalisa kehidupan dunia ini dan mengkaji pribadi orang serta meraba situasi. Semua masalah itu diolah dan digodok dalam akan fikirannya lalu dituangkan dalam ungkapan seorang filosof yang ‘arif dan bijaksana.

Berkatalah ia, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah membangkitkan Muhammad SAW, maka diserunya manusia dari kesesatan kepada kebenaran, dari kekafiran kepada keimanan. Lalu yang menerima mengamalkannyalah, hingga dengan kebenaran itu yang mati menjadi hidup, dan dengan kebatilan yang hidup menjadi mati! Kemudian masa kenabian berlalu, dan datang masa kekhalifahan menurut jejak beliau, dan setelah itu tiba zaman kerajaan durjana.”
Di antara manusia ada yang menerima, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka merekalah yang benar-benar menerima yang haq. Dan di antara mereka ada yang menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka merekalah yang benar-benar menentang yang haq. Dan di antara mereka ada yang menentang dengan hati dan lisannya tanpa mengikut sertakan tangannya, maka golongan ini telah meninggalkan suatu cabang dari yang haq.

Dan apapula yang menentang dengan hatinya semata, tanpa mengikut sertakan tangan dan lisannya, maka golongan ini telah meninggalkan dua cabang dari yang haq. Dan adapula yang tidak menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka golongan ini adalah mayat-mayat bernyawa.
Ia juga berbicara tentang hati, dan mengenai kehidupannya yang beroleh petunjuk dan yang sesat, katanya, “Hati itu ada empat macam: Hati yang tertutup, itulah dia hati orang kafir. Hati yang dua muka, itulah dia hati orang munafiq. Hati yang suci bersih, di sana ada pelita yang menyala, itulah dia hati orang yang beriman. Dan hati yang berisi keimanan dan kemunafikan. Tamsil keimanan itu adalah laksana sebatang kayu yang dihidupi air yang bersih, sedang kemunafikan itu tak ubahnya bagai bisul yang diairi darah dan nanah. Maka mana di antara keduanya yang lebih kuat, itulah yang menang.”

Pengalaman Hudhayfa yang luas tentang kejahatan dan ketekunannya untuk melawan dan menentangnya, menyebabkan lidah dan kata-katanya menjadi tajam dan pedas. Hal ini diakuinya kepada kita secara ksatria, katanya, “Saya datang menemui Rasulullah SAW, kataku padanya, ‘Wahai Rasulullah, lidahku agak tajam terhadap keluargaku, dan saya khawatir kalau-kalau hal itu akan menyebabkan saya masuk neraka.’ Maka ujar Rasulullah SAW, ‘Kenapa kamu tidak beristighfar?’ ‘Sungguh, saya beristighfar kepada Allah tiap hari seratus kali.’ ” Nah inilah dia Hudhayfa musuh kemunafikan dan shahabat keterbukaan. Dan tokoh semacam ini pastilah imannya teguh dan kecintaannya mendalam. Demikianlah pula halnya Hudhayfa, dalam keimanan dan kecintaannya. Disaksikannya bapaknya yang telah beragama Islam tewas di perang Uhud, dan ditangan srikandi Islam sendiri yang melakukan kekhilafan karena menyangkanya sebagai orang musyrik.

Hudhayfa melihat dari jauh pedang sedang dihujamkan kepada ayahnya, ia berteriak, “Ayahku.. ayahku… Jangan ia ayahku..” Tetapi qadla Allah telah tiba. Dan ketika kaum muslimin mengetahui hal itu, merekapun diliputi suasana duka dan sama-sama membisu. Tetapi sambil memandangi mereka dengan sikap kasih sayang dan penuh pengampunan, katanya, “Semoga Allah mengampuni tuan-tuan, Ia adalah sebaik-baik Penyayang.”
Kemudian dengan pedang terhunus ia maju ke daerah tempat berkecamuknya pertempuran dan membaktikan tenaga serta menunaikan tugas kewajibannya. Akhirnya peperanganpun usailah dan berita tersebut sampai ke telinga Rasulullah SAW. Maka disuruhnya membayar diyat atas terbunuhnya ayahanda Hudhayfa (Husail bin Yabir) yang ternyata ditolak oleh Hudhayfa ini dan disuruh membagikannya kepada kaum muslimin. Hal itu menambah sayang dan tingginya penilaian Rasulullah terhadap dirinya.

Keimanan dan kecintaan Hudhayfa tidak kenal lelah dan lemah, bahkan juga tidak kenal mustahil. Sewaktu perang Khandaq, yakni setelah merayapnya kegelisahan dalam barisan kafir Quraisy dan sekutu-sekutu mereka dari golongan Yahudi, Rasulullah SAW bermaksud hendak mengentahui perkembangan terakhir di lingkungan perkemahan musuh-musuhnya.
Ketika itu malam gelap gulita dan menakutkan, sementara angin topan dan badai meraung dan menderu-deru, seolah-olah hendak mencabut dan menggulingkan gunung-gunung sahara yang berdiri tegak ditempatnya. Dan suasana di kala itu mencekam hingga menimbulkan kebimbangan dan kegelisahan, mengundang kekecewaan dan kecemasan, sementara kelaparan telah mencapai saat-saat yang gawat di kalangan para shahabat Rasulullah SAW.

Maka siapakah ketika itu yang memiliki kekuatan apapun kekuatan itu yang berani berjalan ke tengah-tengah perkemahan musuh di tengah-tengah bahaya besar yang sedang mengancam, menghantui dan memburunya, untuk secara diam-diam menyelinap ke dalam, yakni untuk menyelidiki dan mengetahui keadaan mereka? Maka Rasulullah yang memilih di antara para shahabatnya, orang yang akan melaksanakan tugas yang amat sulit ini, dan tahukah anda, siapa kiranya pahlawan yang dipilihnya itu? Itulah Hudhayfa Ibnu Yaman.

Ia dipanggil oleh Rasulullah SAW untuk melakukan tugas, dan dengan patuh dipenuhinya. Dan sebagai bukti kejujurannya, ketika ia mengisahkan peristiwa tersebut dinyatakannya bahwa ia mau tak mau harus menerimanya. Hal itu menjadi petunjuk, bahwa sebenarnya ia takut menghadapi tugas yang dipikulkan atas pundaknya serta khawatir akan akibatnya. Apalagi bila diingat bahwa ia harus melakukannya dalam keadaan lapar dan timpaan hujan es, serta keadaan jasmaniah yang amat lemah, sebagai akibat pengepungan orang-orang musyrik selama satu bulan atau lebih.

Dan sungguh, peristiwa yang dialami oleh Hudhayfa malam itu, amat mena’jubkan sekali. Ia telah menempuh jarak yang terbentang di antara kedua perkemahan dan berhasil menembus kepungan, lalu secara diam-diam menyelinap ke perkemahan musuh. Ketika itu angin kencang telah memadamkan alat-alat penerangan fihak lawan hingga mereka berada dalam gelap gulita, sementara Hudhayfa ra telah mengambil tempat di tengah-tengah prajurit musuh itu.
Abu Sufyan, yakni panglima besar Quraisy, takut kalau-kalau kegelapan malam itu dimanfaatkan oleh mata-mata kaum muslimin untuk menyusup ke perkemahan mereka. Maka iapun berdirilah untuk memperingatkan anak buahnya. Seruan yang diucapkan dengan keras kedengaran oleh Hudhayfa dan bunyinya sebagai berikut, “Hai segenap golongan Quraisy, hendaklah masing-masing kalian memperhatikan kawan duduknya dan memegang tangan serta mengetahui siapa namanya.”

Kata Hudhayfa, “Maka segeralah saya menjabat tangan laki-laki yang duduk di dekatku, kataku kepadanya, ‘Siapa kamu ini?’ Ujarnya, ‘Si Anu anak si Anu.’ Demikianlah Hudhayfa mengamankan kehadirannya di kalangan tentara musuh itu hingga selamat. Abu Sufyan mengulangi lagi seruan kepada tentaranya, katanya, “Hai orang-orang Quraisy, kekuatan kalian sudah tidak utuh lagi, kuda-kuda kita telah binasa, demikian juga halnya unta.”
“Bani Quraidhah telah pula mengkhianati kita hingga kita mengalami akibat yang tidak kita inginkan. Dan sebagaimana kalian saksikan sendiri, kita telah mengalami bencana angin badai, periuk-periuk berpelantingan, api menjadi padam dan kemah-kemah berantakan. Maka berangkatlah kalian sayapun akan berangkat.” Lalu ia naik ke punggung untanya dan mulai berangkat, diikuti dari belakang oleh tentaranya. Kata Hudhayfa, “Kalau tidaklah pesan Rasulullah SAW kepada saya agar saya tidak mengambil sesuatu tindakan sebelum menemuinya lebih dulu, tentulah saya bunuh Abu Sufyan itu dengan anak panah.”

Hudhayfa kembali kepada Rasulullah SAW dan menceritakan keadaan musuh, serta menyampaikan berita gembira itu. Barangsiapa yang pernah bertemu muka dengan Hudhayfa dan merenungkan buah fikiran dan hasil filsafatnya serta tekunnya untuk mencapai ma’rifat, tak mungkin akan mengharapkan daripadanya sesuatu kepahlawanan di medan perang atau pertempuran.
Tetapi anehnya dalam bidang inipun Hudhayfa melenyapkan segala dugaan itu. Laki-laki santri yang teguh beribadat dan pemikir ini, akan menunjukkan kepahlawanan yang luar biasa di kala ia menggenggam pedang menghadapi tentara berhala dan pembela kesesatan. Cukuplah sebagai bukti bahwa ia merupakan orang ketiga atau kelima dalam deretan tokoh-tokoh terpenting pada pembebasan seluruh wilayah Irak. Kota-kota Hamdan, Rai dan Dainawar, selesai pembebasannya di bawah komando Hudhayfa.

Dan dalam pertempuran besar Nahawand, di mana orang-orang Persi berhasil menghimpun 150 ribu tentara, Amirul Mu’minin Umar memilih sebagai panglima Islam Nu’man bin Muqarrin, sedang kepada Hudhayfa dikirimnya surat agar ia menuju tempat itu sebagai komandan dari tentara Kufah. Kepada para pejuang itu Umar mengirimkan surat, katanya, “Jika kaum muslimin telah berkumpul, maka masing-masing panglima hendaklah mengepalai anak buahnya, sedang yang akan menjadi panglima besar ialah Nu’man bin Muqarrin. Dan seandainya Nu’man tewas, maka panji-panji komando hendaklah dipegang oleh Hudhayfa, dan kalau ia tewas pula maka oleh Jarir bin Abdillah.”

Amirul Mu’minin masih menyebutkan beberapa nama lagi, ada tujuh orang banyaknya yang akan memegang pimpinan tentara secara berurutan. Dan kedua pasukanpun berhadapanlah. Pasukan Persi dengan 150 ribu tentara, sedang Kaum Muslimin dengan 30 ribu orang pejuang, tidak lebih. Perang berkobar, suatu pertempuran yang tak ada tolak bandingnya, perang terdasyat dan paling sengit dikenal oleh sejarah.
Panglima besar kaum muslimin gugur sebagai syahid, Nu’man bin Muqarrin tewaslah sudah. Tetapi sebelum bendera kaum muslimin menyentuh tanah, panglima yang baru telah menyambutnya dengan tangan kanannya, dan angin kemenanganpun meniup dan menggiring tentara maju ke muka dengan semangat penuh dan keberanian luar biasa. Dan panglima yang bru itu tiada lain dari Hudhayfa Ibnul Yaman. Bendera segera disambutnya, dan dipesankannya agar kematian Nu’man tidak disiarkan, sebelum peperangan berketentuan. Lalu dipanggilnya Na’im bin Muqarrin dan ditempatkan pada kedudukan saudaranya Nu’man, sebagai penghormatan kepadanya.

Dan semua itu dilaksanakannya dengan kecekatan, bertindak dalam waktu hanya beberapa saat, sedang roda peperangan berputar cepat, kemudian bagai angin puting beliung ia maju menerjang barisan Persi sambil menyerukan, “Allahu Akbar, Ia telah menepati janji-Nya, Allahu Akbar, telah dibela-Nya tentara-Nya”. Lalu diputarlah kekang kudanya ke arah anak buahnya, dan berseru, “Hai ummat Muhammad SAW, pintu-pintu surga telah terbuka lebar, siap sedia menyambut kedatangan tuan-tuan, jangan biarkan ia menunggu lebih lama, Ayolah wahai pahlawan-pahlawan Badar, Majulah pejuang-pejuang Uhud, Khandaq dan Tabuk.” Dengan ucapan-ucapannya itu Hudhayfa telah memelihara semangat tempur dan ketahanan anak buahnya, jika tak dapat dikatakan telah menambah dan melipat gandakannya. Dan kesudahannya perang berakhir dengan kekalahan pahit bagi orang-orang Persi, suatu kekalahan yang jarang ditemukan bandingannya.

Tips Buat Orang Tua Dalam Menjaga Anak

tahun baru lagi“Detik Menjelang Tahun Baru”

Tak terasa sebentar lagi terjadi pergantian tahun, dari tahun yang super ndeso ke tahun yang super canggih. Ditahun yg akan datang tentu kita semua berharap semoga lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Dulu, kalau tidak salah pada tahun 2010 ketika saya di Lampung, tepatnya di Tanjung Karang disebuah pantai yang paling ujung yang bernama Pantai Mutun, sehari sebelum malam tahun baru, disekitar pantai tersebut masih bersih karena memang selalu dijaga kebersihannya tetapi setelah malam tahun baru, keesokan harinya disekitar pantai pun jadi banyak sampah bahkan sampai kepantainya.

Tahukah Anda sampah apa itu ?? Ternyata sampah yang berserakan tersebut adalah kondom-kondom yang sudah abis digunakan mereka bersama pasangannya yang belum suami istri, lalu dibuangnya disekitar pantai. wah-wah…gatot (gagal total) nih… naudzubillahi minzalik.
Ternyata malam tahun baru banyak digunakan orang-orang yang tidak paham agama untuk berbuat maksiat.

Setelah disurvey, ternyata kebanyakan mereka adalah pemuda atau anak-anak ABG (Anak Baru Gede) yang mempunyai kekasih alias sudah pacaran.

Nah, ini saya ada sedikit tips buat para orang tua agar anak-anaknya bisa terhindar dari perbuatan dosa tersebut.
1. Selalu mengawasi anak-anaknya baik secara langsung ataupun tidak langsung, jika tidak bisa secara langsung,misalkan karena urusan kerja diluar kota sehingga tidak bisa bertemu anaknya secara langsung, jadi bisa minta tolong sama sanak saudaranya untuk mengawasi anaknya dan usahakan juga selalu menelepon anak-anaknya agar anaknya merasa diperhatikan oleh orang tuanya.
2. Sering memberi pengarahan dan nasehat-nasehat agama kepada anaknya agar selalu ingat akan dosa sehingga dia takut melakukan perbuatan dosa tersebut.
3. Ajaklah anak Anda ikut dalam pengajian-pengajian, tentu jika kita mengajak anak kita untuk mengaji, kita sendiri sebagai orang tua pun juga harus ikut mengaji agar si anak mau mendengarkan apa kata orang tua nya, takutnya nanti ada omongan dari anaknya, bagaimana saya mau mengaji sedangkan orang tua saya saja tidak ikut mengaji. Jadi, disini peran orang tua sangatlah penting.
4. Jika anak Anda sudah siap menikah dan sudah umurnya maka sebaiknya segera dinikahkan saja, jika sudah ada pasangannya. jika belum ada, hendaknya dicarikan jodohnya agar tidak terjadi pelanggaran dan perbuatan yang menyebabkan dosa.

Itu sedikit tips dari saya, mungkin masih banyak lagi cara yang harus dilakukan para orang tua untuk menjaga anak-anaknya selain dari tips diatas. Semoga tips sederhana diatas yang saya khususkan buat para orang tua bisa bermanfaat dan barokah.

Happy New Year

tahun baru 2014Selamat Tahun Baru “Happy New Year” itu sebuah ucapan yang banyak saya terima baik itu lewat sms ataupun melalui email di akun saya.

Tahun baru, memang saat ini banyak orang yang menuggu pergantian tahun dengan berbagai acara dan kegiatan yang telah mereka rencanakan sebelumnya, ada yang bakar ikan, manggang ayam sambil bergitar gitaran, berkumpul bersama teman-teman sambil bersenda gurau menunggu tepat jam 24.00 waktu pergantian memasuki tahun yang baru, bahkan ada yang berkumpul sambil berpesta minum minuman yang beralkohol yang didalam agama itu dilarang dan bahkan juga banyak yang berbuat maksiat…naudzubillahi minzalik.

Tahun baru, mereka berharap bahwa tahun berikutnya yang akan datang lebih baik dari tahun sebelumnya. Ternyata memang benar, tahun berikutnya lebih baik, lebih maju dari tahun sebelumnya, teknologi semakin canggih, handphone yang dulu hanya bisa diketik tombolnya untuk menggunakannya sekarang hanya dengan disentuh layar kacanya saja sudah bisa digunakan, gadget semakin canggih, mobil semakin keren bahkan terdengar kabar, nanti mobil bisa jadi seperti jetski yang bisa jalan di air , bahkan manusia pun yang katanya orang barat bisa pergi ke bulan dengan menggunakan jet Apollo. Dan terdengar berita saat ini bahwa ada satu orang dari Indonesia yang berhasil memenangkan hadiah yang diadakan salah satu produk parfum ternama untuk menjadi astronot pertama dari Indonesia yang akan pergi ke bulan.

Itu bisa jadi, karena semua itu hanya masalah teknologi, masalah perkembangan zaman, dari zaman yang ndeso ke suatu zaman modern yang lebih canggih dan semua orang pun bisa melakukannya. Jika dilihat dari kemajuan teknologi memang dunia telah berkembang pesat bahkan yang dulunya belum ada, bisa dibuat menjadi ada. Tetapi jika kita lihat dari latar belakang agama dan akhlak budi pekertinya manusia serta moralnya, semakin lama semakin menurun, semakin majunya zaman dari tahun ke tahun semakin menurun dan jeleknya moral manusia saat ini, sangat jauh dari agama bahkan sebagian besar seperti tidak mempunyai agama, seperti orang-orang atheis yang ada di Inggris.

Sungguh menyedihkan, jika dulu perempuan merasa malu jika berduaan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, jangankan untuk berboncengan atau berpegangan tangan, untuk berduaan saja malu tapi rasa malu itu sepertinya semakin tahun semakin terkikis dan hilang seperti ditelan bumi, kita lihat saja kehidupan sekarang ini anak-anak muda pada banyak yang berpacaran bahkan sambil boncengan dan berpelukan, serasa dunia ini hanya milik mereka berdua, tapi setelah terjadi kecolongan, red(hamil diluar nikah), maka pihak perempuan lah yang dirugikan paling besar, walaupun secara agama keduanya sama-sama rugi karena telah berbuat salah satu dosa paling besar yang hukumannya juga sangat besar, untuk menebus dosa seperti itu jika yang melakukannya bujang gadis, maka mereka berdua harus dicambuk 100 kali dan jika yang berbuat seperti itu salah satunya sudah beristri atau bersuami maka itu harus diranjam sampai mati. Dan hanya itulah tobat yang dapat menebus dosanya. Sungguh siksaan dunia dan akhirotlah jika tidak mau bertobat. Naudzubillahi minzalik

Kembali lagi kita ke pembicaraan tentang tahun baru “happy new year”. Kebanyakan dari manusia hanya melihat dari sisi dunianya saja tidak dari sisi agama, jika kita melihat dari sisi agama tentulah kita akan merasa takut hingga menambah keimanan kita pada Allah karena semakin  bertambahnya tahun maka moral dan akhlak manusia seperti sudah tidak ada pembatasnya lagi, Al-Qur’an  sebagai kitab pedomannya hanya tinggal nama dan sebagai hiasan belaka, begitu juga dengan Al-Hadist,.Mereka tidak lagi memakai hukum Allah bahkan meremehkan ayat-ayat Allah dan hanya dijadikan mainan bagi mereka bahkan mereka sekarang kebanyakan lebih percaya dan patuh terhadap hokum dunia yang dibuat manusia. Sungguh siksaan yang berat bagi mereka dan Allah sangat murka.

Menjelang pergantian tahun baru ini sebaiknya kita manfaatkan untuk mengadakan pengajian-pengajian dan ceramah agama yang bisa menambah keimanan kita serta memberi pencerahan terhadap rohani kita agar jiwa dan hati kita menjadi tentram. Dan hindarilah perayaan tahun baru itu, karena itu adalah perbuatan orang-orang kafir, orang-orang jahiliyah, didalam islam kita tidak diajarkan merayakan tahun baru karena itu tinggalkanlah, itu bukan hari besar orang islam, jangan sampai kita terbawa dan mengikuti budaya orang-orang kafir yang akhirnya Allah akan memasukan kita kedalam golongan orang-orang kafir dan disiksa oleh Allah.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا وَاقٍ

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah” [QS. Ar-Ra’d : 37].

 

Dunia boleh maju dan semakin berkembang pesat dari sisi teknologinya sehingga memudahkan kehiudpan manusia dan lebih nyaman namun disisi agama moral semakin menurun bahkan seperti tak mempunyai agama.

 

Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:  “Tidak datang suatu tahun kepada kamu sekalian kecuali tahun yang sesudahnya akan lebih jelek daripada tahun sebelumnya” (HR.Ahmad).

 

Hadist diatas menjelaskan bahwasanya tahun yang akan dating akan lebih jelek daripada tehun sebelumnya, dan yang dimaksud jelek itu adalah moral manusia, dimana mereka sudah lupa terhadap ayat-ayatnya Allah, selalu berbuat dosa dan maksiat semakin merajalela dan asemakin banyak manusia yang termasuk “hubbud dunya wa karohiyatul maut”  yaitu orang-orang yang senang dunia dan takut akan mati. Ketika manusia sudah banyak harta dan kenikmatan  serta mementingkan dunia maka urusan akhirot sangat mudah untuk dilalaikan. Dunia memang jangan dilupakan namun jangan pula diprioritaskan, lebih keliru lagi jika dunia sebagai pengukur kebaikan umat. Memang bagus jika terlihat maju dalam teknologi namun lebih baik lagi jika kemajuan teknologi dibarengkan dengan peningkatan kualitas dalam kehidupan akhlak dan spiritual manusia.

Sebenarnya penyebab buruknya zaman yanag akan datang, tidak lain karena hilangnya ilmu dan hanya sedikit orang yang tahu ilmu tentang agama. Dan Allah akan menghilangkan ilmu agama itu dengan cara mewafatkan para ulama, ketika mereka masih hidup, hanya sedikit dari generasi muda yang mau belajar ilmu agama dari mereka. Oleh sebab itu, karena semakin dikit orang yang belajar ilmu agama, ketika mereka ulama telah wafat, maka hanya sedikit pula orang yang mewarisi ilmu agama itu.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu agama dengan serta merta dari hamba-hambaNya, tetapi Dia mencabut ilmu agama dengan mematikan para ulama.” (HR Bukhari)

Dalil perubahan tidak bisa dihindari, zaman akan semakin canggih dan moral manusia akan semakin rusak, namun  bagi kita pesimis atau putus asa tentulah bukan yang diharapkan dari kebenaran cerita masa depan ini. Kita bisa mulai memulai dari pribadi kita dan keluarga kita sendiri serta orang yang kita cintai dengan kembali memprioritaskan ilmu agama, mengamalkannya, dan mendakwahkannya. Selain itu, kebersamaan dengan para ulama adalah hal yang penting agar kita tetap merasakan kebaikan dalam masa-masa yang semakin buruk, mari kita saling membantu, saling mengingatkan dan saling menguatkan satu sama lain.

Semoga dengan berganti tahun yang baru ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih paham agama, diberi kesehatan, keamanan, kelancaran rezeki banyak yang halal lagi barokah, selalu mementingkan urusan akhirot daripada dunia, mendapat istri sholihat dan mendapat perlindungan Allah SWT serta bisa meninggalkan dunia dengan keadaan khusnul khotimah.

_____AMIN_____

Salam Berbagi Kebaikan

 

 

Nikmat Dunia Sangat Kecil dibanding Akhirot

“Barangsiapa hanya mementingkan urusan akhirat maka Allah akan akan kokohkan urusannya dan Allah jadikan kekayaannya di dalam hatinya dan dunia datang menghampirinya tanpa diminta. Barangsiapa hanya mementingkan urusan dunia maka Allah cerai beraikan urusannya dan Allah jadikan kefakirannya di depan kedua matanya dan tidaklah datang dunia kepadanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan kepadanya.” (HR. Ibnu Majah)

Dunia,, memang tempat sgala kenikmatan bagi mereka yang hanya mementingkan dunia saja tetapi bagi mereka yang lebih mementingkan dan mendahulukan akhirotnya daripada dunia, maka dunia hanyalah tempat singgah sementara bagi mereka untuk mencari pahala sebagai bekal untuk di akhirot nanti.

 

Nilai Dunia dibanding Akhirat

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

رواه الترمذى كتاب الزهد ٤ – ٥٦٠

“Seandainya dunia (seisinya) harganya/nilainya membandingi sebelah sayap nyamuk, maka niscaya orang yang tidak beriman tidak akan diberi air setegukpun”.

Karena nilainya tidak sesayap nyamuk pun (tidak ada nilainya) sehingga duniawi diobral oleh Allah SWT, orang tak beriman pun diberi duniawi bahkan malah kadang lebih banyak, sehingga kadang-kadang membuat karo-oh/ pikabitaeun / menggiurkan bagi yang tidak memahami nilai dunia dan akhirat, bagi mereka yang tertipu hijaunya kehidupan duniawi yang fana.

وَإِنَّ اللهَ يُعْطِى الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ وَ لَا يُعْطِى الدِّيْنَ إِ لَّا مَنْ أَحَبَّ فَمَنْ أَعْطَاهُ اللهُ الدِّيْنَ فَقَدْ أَحَبَّهُ     رواه أحمد

” Dan, sesungguhnya Alloh memberikan keduniaan (harta, tahta, wanita) kepada orang yang Allah cintai maupun yang tidak. Sementara Pemberiaan Agama (Hidayah) hanya diberikan kepada orang yang Allah cintai saja. Barangsiapa yang diberi agama (hidayah), maka sungguh ia dicintai oleh Alloh “

satu-tetes-air-di-ujung-jari-vs-air-di-lautan-samuderaSesungguhnya diibaratkan kita mencelupkan ujung jari ke lautan samudra luas, maka air yang menempel di ujung jari kita, itulah dunia seisinya. Ya, iyalah lha wong nikmat yang Allah turunkan ke dunia ini dari zaman manusia pertama dimuka bumi ini (Nabi Adam) sampai hari akhirat nanti, hanyalah nikmat sebesar 1%. Sementara yang 99 % akan diberikan kepada ahli surga. Jauh sekali ya..?

مَا مَثَلُ الدُّنْيَا فِى الْأٰخِرَةِ إِلَّا مَثَلُ مَا يَـجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
رواه ابن ماجه كتاب الزهد ٢ – ١٣٧٦

” Tidak ada gambarannya dunia dibanding akhirat melainkan seperti salah satu kalian meletakkan jarinya di dalam lautan, maka lihatlah apa yang tertinggal di ujung jarinya”

Maukah kita mengorbankan nikmat 99% di akhirat karena mengejar yang 1% yang dikejar umat manusia sedunia ini? kebagian berapa persen ya? (berapa yang kita dapatkan) dari nikmat 1% yang dikejar seluruh umat manusia di dunia, hanya nol koma nol nol…nol persen. Itupun kadang sudah bikin orang bangga minta ampun.

Padahal, di akhirot tidak akan pindah telapak kaki seorang hamba sebelum ditanya bagaimana menghabiskan umurnya, apa selama hidupnya selalu beribadah dan berjuang fisabilillah atau tidak, akan ditanya pula tentang ilmunya dipakai pengamalan apa, untuk apa ilmunya, diamalkan apa tidak, dan ditanya tentang hartanya darimana didapatkan dan bagaimana menghabiskan harta tersebut/ dibelanjakan untuk apa serta dari jasadnya sampai rusak dipakai untuk apa?. mari kita khidmati Hadis berikut :

   لاَ تَزُولُ قَدَاماَ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ  رواه الترمدى

” Tidak pindah telapak kaki seorang hamba hingga ia ditanya perkara habisnya umurnya, dan (ditanya) tentang amalan atas ilmunya, dan (ditanya) tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa, serta (ditanya) tentang jasadnya yang sampai rusak digunakan untuk apa saja “

Orang Cerdas dan Tidak Cerdas Menurut Versi Agama

 الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ (رواه الترميذي

” Orang yang Cerdas adalah adalah orang yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang bodoh adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

Yuk, dimulai dari sekarang marilah kita mementingkan urusan akhirot dulu daripada urusan dunia. Jika urusan akhirot kita utamakan maka urusan dunia pun akan dimudahkan Allah.

Semoga bermanfaat

Salam BK

Hikmah Dibalik Cobaan Anda

Didalam hidup ini kita tak pernah lepas dari yang namanya cobaan dan ujian, walau kita sudah berusaha untuk menghindarinya, pasti kita semua pernah mengalaminya, baik itu cobaan  biologis, ekonomi, ataupun sosial bahkan budaya sekalipun,, kenapa hidup ini tak lepas dari yang namanya cobaan dan ujian ?……… padahal yang kita inginkan hidup di dunia tidak ingin mendapat kesusahan,,iya  bukan,,, saya juga demikian, kalau bisa saya menghindari cobaan dan ujian itu tapi realitanya setiap manusia yang tinggal di bumi ini pasti mendapatkan cobaan dan ujian.

Tidak usah kita memikirkannya jauh-jauh, contohnya saja Nabi Muhammad saw walaupun beliau adalah seorang nabi tetapi beliau pun masih mendapat cobaan bahkan cobaan yang beliau rasakan lebih berat daripada cobaan yang diberikan Allah pada kita saat ini. Lalu kenapa ketika mendapat cobaan dan ujian kebanyakan dari kita selalu mengeluh, bukannya bersabar dan berdo’a ???

Manusia,,terkadang lupa dengan dirinya sendiri, siapa dia, dari apa dia diciptakan, untuk apa dia hidup, dan apa yang seharusnya jadi kewajibannya sebagai seorang manusia ???

Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita  agar kita selalu bersabar , bersyukur dan berdo’a ketika mendapat cobaan adalah bahwasanya setiap cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada hambanya tidak akan melebihi batas kemampuan hambanya, artinya pasti cobaan tersebut dapat kita lewati  bahkan dengan tenang, karena cobaan itu tidak melebihi batas kemampuan kita…pasti kita BISA melewatinya.

                Bahkan di dalam suatu hadist juga dijelaskan ketika seorang hamba mendapat musibah kemudian dia bersabar dengan cobaan yang Allah berikan kepadanya maka Allah akan memberikan pahala baginya.

Seharusnya dengan cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada kita semestinya kita lebih bersyukur,, kenapa kok harus bersyukur ???….. Karena dengan Allah memberikan cobaan dan ujian terhadap kita itu berarti Allah masih sayang sama kita, kita masih di ingatkan oleh Allah,,, mungkin selama ini kita merasa  apa yang kita lakukan itu semuanya sudah dijalan yang benar dan baik menurut kita  tapi bisa jadi itu salah dan tidak  baik menurut Allah, sehingga  terkadang sesuatu yang kita inginkan tidak berjalan sesuai harapan.

Contohnya, ada seorang pemuda yang punya motor gede, pemuda itu ingin pergi ke suatu tempat rekreasi bersama teman-temannya dengan menggunakan sepeda motornya, namun ketika motornya mau dipakai ,tiba2 motornya rusak maka keinginannya untuk bawak motor gedenya sendiri pun tidak terwuduj. Akhirnya dia nebeng ikut sama temannya, sampailah mereka ke tempat rekreasi tsb bersama 2 temannya yg mengendarai motor , setelah selesai rekreasi dan bersenang senang di tempat tersebut kemudian mereka  ingin pulang tetapi secara mengejutkan, 2 motor temannya dan motor temannya yang dia tumpangi tidak ada lagi dilokasi tersebut alias menghilang dicuri orang.

Nah, dari cerita di atas yang beruntung dan selamat dari pencurian adalah pemuda tsb karena dia tidak jadi bawak motor sendiri karena motornya rusak. Alhasil dia pun beruntung karena tidak jadi bawak motor sendiri.

Jadi, kita harus lebih bersabar jika keinginan kita terkadang tidak terwujud saat ini, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik buat hambanya dan yang pasti dibalik  semua itu pasti Allah menyimpan sesuatu yang kita sendiri tidak mengetahuinya, sesuatu yang besar dan baik bagi hambanya. Malah justru sebaliknya kita harus tambah bersyukur karena Allah masih menyayangi kita.

Semoga dengan membaca tulisan ini kita semua menjadi lebih paham dan lebih bersabar menghadapi cobaan dan ujian yang Allah berikan, karena setiap manusia tak pernah lepas dari cobaan. Semoga kita bisa tambah lebih bersyukur dan mengerti bahwasanya dibalik cobaan yang Allah berikan ada suatu hikmah besar yang kita tak mengetahuinya.

Innallaha ma assobyrin “sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

Salam Berbagi Kebaikan ( Salam BK )

Abu Hurairah r.a. – Periwayat Hadits yang Akrab dengan Kelaparan

Akrab Dengan Kelaparan
Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadis. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya.
“Aku sudah dengar pergunjingan kalian. Kata kalian, Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis Nabi. Padahal, para sahabat muhajirin dan anshar sendiri tak ada yang meriwayatkan hadis Nabi sebanyak yang dituturkan Abu Hurairah. Ketahuilah, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan dengan perniagaan mereka di pasar. Sementara saudara-saudaraku dari anshar disibukkan dengan kegiatan pertanian mereka. Dan aku seorang papa, termasuk golongan kaum miskin shuffah (yang tinggal di pondokan masjid). Aku tinggal dekat Nabi untuk mengisi perutku. Aku hadir (di samping Nabi) ketika mereka tidak ada, dan aku selalu mengingat-ingat ketika mereka melupakan.”

Abu Hurairah adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.
Karena kedekatannya itu, Nabi pernah mempercayainya menjaga gudang penyimpan hasil zakat. Suatu malam seseorang mengendap-endap hendak mencuri, tertangkap basah oleh Abu Hurairah. Orang itu sudah hendak dibawa ke Rasulullah. “Ampun tuan, kasihani saya,” pencuri itu memelas. “Saya mencuri ini untuk menghidupi keluarga saya yang kelaparan.”

Abu Hurairah tersentuh hatinya, maka dilepasnya pencuri itu. “Baik, tapi jangan kamu ulangi perbuatanmu ini.”
Esoknya hal ini dilaporkan kepada Nabi. Nabi tersenyum. “Lihat saja, nanti malam pasti ia kembali.”
Benar pula, malam harinya pencuri itu datang lagi. “Nah, sekarang kamu tidak akan kulepas lagi.” Sekali lagi, orang itu memelas, hingga Abu Hurairah tersentuh hatinya. Tapi, ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi, kembali beliau mengatakan hal yang sama. “Lihat saja, orang itu akan kembali nanti malam.”

Ternyata pencuri sialan itu benar-benar kembali. “Apa pun yang kamu katakan, jangan harap kamu bisa bebas. Sudah dua kali kulepas, kamu tak kapok-kapok juga.”
Eh, pencuri itu malah menggurui. “Abu Hurairah, sebelum kamu tidur, bacalah ayat kursi agar setan tidak menyatroni kamu.”
Merasa mendapat pelajaran berharga, Abu Hurairah terharu. Ah, ternyata orang baik-baik, pikirnya.
“Apa yang dikatakan orang itu memang benar,” sabda Nabi ketika dilapori pagi harinya. “Tapi orang itu bukan orang baik-baik. Dia adalah setan. Dia katakan itu supaya dia kamu bebaskan.”

Mengikatkan Batu ke perut
Abu Hurairah adalah salah seorang tokoh kaum fakir miskin. Abu Hurairah sering lapar ketimbang kenyang. Ia sosok yang teguh berpegang pada sunah Nabi. Ia kerap menasihati orang agar jangan larut dengan kehidupan dunia dan hawa nafsu. Ia tak membedakan antara kaum kaya dan kaum miskin, petinggi negeri atau rakyat jelata dalam menyampaikan kebenaran. Ia pun selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan susah dan senang.
Orang yang nama lengkapnya Abdur Rahman (versi lain: Abdu Syams) ibn Shakhr Ad-Dausi ini adalah sosok humoris. Banyak anekdot yang berasal darinya. Ia pun suka menghibur anak-anak kecil. Ia pecinta kucing kecil. Ke mana-mana dibawanya binatang ini, sehingga julukan Abu Hurairah (bapak kucing kecil) pun melekat padanya.

Dibanding Nabi, umurnya lebih muda sekitar 30 tahun. Dia lahir di Daus, sebuah desa miskin di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing.
Dia masuk Islam tak lama setelah pindah ke Madinah pada tahun ketujuh hijriah, bersamaan dengan rencana keberangkatan Nabi ke Perang Khaibar. Tapi ibundanya belum mau masuk Islam. Malah sang ibu pernah menghina Nabi. Ini membuatnya sedih. Untuk itu, ia memohon Nabi berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya, mengajaknya masuk Islam. Ternyata sang ibu telah berubah, bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Buruh Kasar
Akan halnya kepindahannya ke Madinah adalah untuk mengadu nasib. Di sana ia bekerja serabutan, menjadi buruh kasar bagi siapa pun yang membutuhkan tenaganya. Acap kali dia harus mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar yang amat sangat.
Menurut shahibul hikayat, ia pernah kedapatan berbaring di dekat mimbar masjid. Gara-gara perbuatan aneh itu, orang mengiranya agak kurang waras. Mendengar kasak-kusuk di kalangan sahabat ini, Nabi segera menemui Abu Hurairah. Abu Hurairah bilang, ia tidak gila, hanya ia lapar. Nabi pun segera memberinya makanan.

Suatu kali, dengan masih mengikatkan batu ke perutnya, dia duduk di pinggir jalan, tempat orang biasanya berlalu lalang. Dilihatnya Abu Bakr melintas. Lalu dia minta dibacakan satu ayat Al-Quran. “Aku bertanya begitu supaya dia mengajakku ikut, memberiku pekerjaan,” tutur Abu Hurairah. Tapi Abu Bakr cuma membacakan ayat, lantas berlalu.
Dilihatnya Umar ibn Khattab. “Tolong ajari aku ayat Al-Quran,” kata Abu Hurairah. Kembali ia harus menelan ludah kekecewaan karena Umar berbuat hal yang sama.

Tak lama kemudian Nabi lewat. Nabi tersenyum. “Beliau tahu apa isi hati saya. Beliau bisa membaca raut muka saya secara tepat,” tutur Abu Hurairah.
“Ya Aba Hurairah!” panggil Nabi.
“Labbaik, ya Rasulullah!”
“Ikutlah aku!”
Beliau mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di dalam rumah didapati sebaskom susu. “Dari mana susu ini?” tanya Rasulullah. Beliau diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu.
“Ya Aba Hurairah!”
“Labbaik, Ya Rasulullah!”
“Tolong panggilkan ahli shuffah,” kata Nabi. Susu tadi lalu dibagikan kepada ahli shuffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah, bergabung dengan ahli shuffah di pondokan masjid.

Sepulang dari Perang Khaibar, Nabi melakukan perluasan terhadap Masjid Nabawi, yaitu ke arah barat dengan menambah tiga pilar lagi. Abu Hurairah terlibat pula dalam renovasi ini. Ketika dilihatnya Nabi turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Nabi menolak seraya bersabda, “Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat.”
Abu Hurairah sangat mencintai Nabi. Sampai-sampai dia memilih dipukul Nabi karena melakukan kekeliruan ketimbang mendapatkan makanan yang enak. “Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak,” katanya.

Begitu cintanya kepada Rasulullah sehingga siapa pun yang dicintai Nabi, ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah mencium kedua cucunya itu.
Ada cerita menarik menyangkut kehidupan Abu Hurairah dan masyarakat Islam zaman itu. Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan lelaki itu. Ini menunjukkan betapa Islam telah mengubah persepsi orang dari membedakan kelas kepada persamaan. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan kesalihannya. Perilaku islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.

Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadis. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.
Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika ia bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain. Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.

Menolak Jabatan
Ketika Umar menjadi amirul mukminin, Abu Hurairah diangkat menjadi gubernur Bahrain. Tapi pada 23 Hijri Umar memecatnya gara-gara sang gubernur kedapatan menyimpan banyak uang (menurut satu versi, sampai 10.000 dinar). Dalam proses pengusutan, ia mengemukakan upaya pembuktian terbalik, bahwa harta itu diperolehnya dari beternak kuda dan pemberian orang. Khalifah menerima penjelasan itu dan memaafkannya. Lalu ia diminta menduduki jabatan gubernur lagi, tapi ia menolak.

Penolakan itu diiringi lima alasan. “Aku takut berkata tanpa pengetahuan; aku takut memutuskan perkara bertentangan dengan hukum (agama); aku ogah dicambuk; aku tak mau harta benda hasil jerih payahku disita; dan aku takut nama baikku tercemar,” kilahnya. Ia memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya.
Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak.

Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur di Madinah. Ia menolak. Ketika terjadi pertemuan antara Khalifah Ali dan lawannya, Muawiyah ibn Abi Sufyan, ia bersikap netral dan menghindari fitnah. Sampai kemudian Muawiyah berkuasa, Abu Hurairah bersedia menjadi gubernur di Madinah. Tapi versi lain mengatakan, Marwan ibn Hakamlah yang menunjuk Abu Hurairah sebagai pembantunya di kantor gebernuran Madinah. Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah) ini pula ia mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H. (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadis.

Besarnya Pahala Berqurban

dombaAssalammualaikum WR. WB

Disini saya akan membahas dan memaparkan tentang besarnya pahala bagi siapa saja yang berqurban di hari Idul Adha, mungkin selama ini kita hanya ikut-ikutan qurban saja tetapi tidak mengetahui pahala apa yang kita dapatkan jika kita berqurban. Mungkin sebagian kita ada yang sudah tahu dan ada yang belum tahu.

Oleh sebab itulah saya akan menjelaskan tentang Besarnya Pahala Berqurban yang bersumber dari Alqur’an & Hadits tujuannya supaya kita semua tambah paham dan yakin untuk selalu menjadi orang-orang iman yang pandai mensyukuri nikmat Tuhannya dan tak bosan-bosannya dalam mencari pahala serta fastabiqul khoiro.

Qurban adalah sunnah Nabi Ibrahim sebagai salah satu nabi yang diberi keutamaan dan kemulyaan oleh Allah sebagai Ulil Azmi, dimana Allah memberikan kedudukan yang mulya atas kenabiaannya sebagai simbol ketabahan dan ketaqwaan serta kesabarannya dalam membawa, memperjuangkan dan menyampaikan risalah Allah kepada umatnya.

Sahabat sempat bertanya kepada Rosululloh, wahai nabi, apa kelakuannya berkurban?
Rosululloh menjawab: Sunnahnya Nabi Ibrohim AS
Sahabat      : lalu apa bagi kami ya Rasululloh?
Rosululloh : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat      : apakah dari rambut yang lembut?
Rosululloh : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat      : adakah yang membandingi pahalanya berkurban?
Rosululloh : tidak ada – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/10/ldii-kabupaten-jember-gelar-sholat-idul.html#sthash.KtNN3EMn.dpuf
Sahabat sempat bertanya kepada Rosululloh, wahai nabi, apa kelakuannya berkurban?
Rosululloh menjawab: Sunnahnya Nabi Ibrohim AS
Sahabat      : lalu apa bagi kami ya Rasululloh?
Rosululloh : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat      : apakah dari rambut yang lembut?
Rosululloh : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat      : adakah yang membandingi pahalanya berkurban?
Rosululloh : tidak ada – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/10/ldii-kabupaten-jember-gelar-sholat-idul.html#sthash.KtNN3EMn.dpuf

Sahabat sempat bertanya kepada Rosulullah SAW,  wahai nabi, apa kelakuannya berqurban
Rosulullah menjawab : sunnahnya Nabi Ibrahim AS
Sahabat : lalu bagi kami Ya Rosulullah ?
Rosulullah : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat : apakah dari rambut yang lembut ?
Rosulullah : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat : adakah yang membandingi pahalanya berqurban ?
Rosulullah : tidak ada
Sahabat : walaupun jihad, Ya Rosulullah ?
Rosulullah : kecuali orang yang jihad dengan diri dan hartanya dan pulang tinggal namanya.

Begitu besar pahala berqurban bahkan tidak ada yang membandinginya kecuali orang yang jihad dengan diri dan hartanya dan pulang tinggal namanya. Maka hendaklah kita berqurban walaupun harus patungan atau bersama – sama dan sesungguhnya pahala berqurban diterima oleh Allah sebelum darahnya sampai ke bumi.

  §      Surat Al Kautsar ayat 2: Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (anhar)
§         “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat Ied kami.” HR. Ahmad dan ibn Majah.
§         “Jika masuk tanggal 10 Dzul Hijjah dan ada salah seorang di antara kalian yang ingin berkurban, maka hendaklah ia tidak cukur atau memotong kukunya.” HR. Muslim
§    “Kami berkurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang. “ HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi“.
 Ancaman Bagi yang Tidak Mau Berqurban
       Orang yang mampu berkurban tapi tidak berkurban dilarang Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ untuk mendekati tempat Shalat Nabi dan kaum Muslimin. Ahmad meriwayatkan;مسند أحمد (16/ 466)حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Ayyasy dari Abdurrahman bin Hurmuz Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati tempat Shalat kami.” (H.R. Ahmad).

Salam Berbagi Kebaikan ( Salam BK )
Sahabat sempat bertanya kepada Rosululloh, wahai nabi, apa kelakuannya berkurban?
Rosululloh menjawab: Sunnahnya Nabi Ibrohim AS
Sahabat      : lalu apa bagi kami ya Rasululloh?
Rosululloh : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat      : apakah dari rambut yang lembut?
Rosululloh : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat      : adakah yang membandingi pahalanya berkurban?
Rosululloh : tidak ada – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/10/ldii-kabupaten-jember-gelar-sholat-idul.html#sthash.KtNN3EMn.dpuf
Sahabat sempat bertanya kepada Rosululloh, wahai nabi, apa kelakuannya berkurban?
Rosululloh menjawab: Sunnahnya Nabi Ibrohim AS
Sahabat      : lalu apa bagi kami ya Rasululloh?
Rosululloh : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat      : apakah dari rambut yang lembut?
Rosululloh : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat      : adakah yang membandingi pahalanya berkurban?
Rosululloh : tidak ada – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/10/ldii-kabupaten-jember-gelar-sholat-idul.html#sthash.KtNN3EMn.dpuf

Obat Hati

patah hatiPernahkah Anda jatuh cinta ???

Pernahkah Anda sakit hati ???

Pernahkah Anda cemburu ???

Pernahkah Anda diselingkuhi ???

Lalu apa yang akan Anda lakukan jika hal itu yang Anda alami ?????????

Melihat realita yang ada di zaman sekarang banyak laki-laki dan perempuan yang jatuh cinta lalu sakit hati karena cemburu melihat pujaan hatinya bersama orang lain atau karena diselingkuhi dan ditinggal pergi karena alasan yang tak pasti kemudian menjadi galau, resah, gelisah, risau dan ujung-ujungnya hatipun menjadi tak tenang hanya karena masalah cinta. Kata guru saya dulu, kalau cinta sudah melekat maka tai kambingpun akan jadi rasa cokelat tapi kalau cinta sudah tak melekat maka tai kambingpun tak akan jadi rasa cokelat. Memang tidak ada habis-habisnya jika membicarakan tentang masalah cinta, hati dan perasaan karena semua itu adalah anugerah dari yang maha kuasa. Lalu bagaimana yang akan kita lakukan jika kita menjadi galau, gelisah dan hatipun menjadi tak tenang ???

Apakah kita harus setiap hari galau, resah dan gelisah sehingga membuat kita malas untuk beraktifitas serta membuat masa depan kita sirna begitu saja ??? Saya yakin pasti Anda tak mau jika terus-terusan begitu, karena itu hanya akan memperburuk keadaan dan kehidupan Anda.

Ini ada beberapa tips yang akan saya berikan kepada Anda agar kehidupan dan perasaan serta hati Anda menjadi tenang dan tak risau, tak galau hanya karena masalah cinta. Tips ini saya ambil dari sumber yang sangat dapat dipercaya dan diyakini kebenarannya jika Anda mau mempraktekannya, yaitu bersumber dari Al-Qur’an firmannya Allah SWT.

Coba kita lihat dan baca surat Ar-Ro’d ayat 28 yang perbunyi ;

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram ( tenang ) dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram ( tenang )”.

Sungguh luar biasa ayat-ayatnya Allah, didalam ayat tersebut dijelaskan bahwasanya hanya dengan mengingat Allah ( berdzikir ) maka hati orang-orang iman itu akan menjadi tenang. Jadi di ayat tersebut Allah telah menjelaskan apabila kita sebagai manusia yaitu hambanya Allah merasa risau, galau, gelisah dan hatipun menjadi tak tenang akibat permasalahan dunia maka banyak-banyaklah untuk mengingat Allah ( berdzikir ) agar perasaan risau dan galau serta hati kita bisa menjadi tenang.

Sehingga dengan hati menjadi tenang maka kita pun akan semangat menjalani kehidupan ini, jadi banyak-banyaklah berdzikir pada Allah agar hati kita menjadi tenang.

Segala penyakit itu ada obatnya atau penawarnya termasuk penyakit hati, Lalu apa obat sakit hati itu ?

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( Q.S. Al-Isro’ : 82 )

Semoga kita selalu mengingat Allah ( berdzikir ) sehingga hati kita selalu menjadi tentram ( tenang ) dan kita dijauhkan dari segala penyakit termasuk penyakit hati. Amin

Salam BK

Cara Membuat Halaman Facebook

Apa kabar agan,,baik-baik saja kan,,, tidak salah kalo agan mencari Cara Membuat Halaman Facebook disini karena memang inilah tempatnya. Oke, kali ini saya akan memberikan sesuatu buat agan-agan tapi saya bukan memberikan uang atau barang melainkan yang saya berikan hanya lah sebuah tutorial Cara Membuat Halaman Facebook.

Bagaimana Cara Membuat Halaman Facebook , itu semua akan saya berikan caranya disini gan, baiklah langsung saja kita praktekan. Hal pertama yang harus agan lakukan yaitu sign in atau masuk akun ke Facebook agan. Supaya tidak membingungkan akan saya berikan langkah2nya dengan nomor urut biar mudah langsung dimegerti.

Langkah-langkah Cara Membuat Halaman Facebook :

1. Masuk ke akun Facebook agan

2. Lihat posisi  atas yang disebalah kanan yang ada gambar SEGITIGA seperti gambar PIRAMID tapi terbalik, klik gambar tsb

3. Maka akan muncul menu drop down, pilih tulisan yang bernama Buat Halaman, lalu klik tulisan tersebut

4. Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini

Cara Membuat Halaman Facebook5. Silahkan pilih atau klik salah satu gambar tersebut sesuai  tujuan agan dalam membuat halaman facebook

6. Lengkapi data profil Halaman Facebook agan sesuai tujuan utama agan membuat halaman facebook, jika sudah semua lalu klik mulai

7. Kemudian Isi semua kotak Pengaturan yang telah disesuaikan dengan keterangan produk atau nama merk produk agan dengan inisial yang agan pilih dan kalau ada kata ” lewati ” itu berarti pengisian keterangan disitu tidak terlalu penting namun jika agan mau melengkapinya itu lebih baik

8. Jika sudah melewati semua langkah diatas agan tinggal klik simpan info, maka halaman facebook agan sudah berhasil dibuat.

Nah, jika halaman facebook sudah dibuat maka langkah yang harus dilakukan adalah bagaimana cara membuat halaman facebook agan supaya ramai dan  banyak disukai oleh pengguna facebook. Bagaimana caranya, silahkan agan klik Cara Membuat Halaman Facebook Banyak di Sukai Orang.

Mungkin itu saja penjelasan tentang Cara Membuat Halaman Facebook dari saya,,silahkan agan praktekan. Saya do’akan semoga berhasil dan tetap semangat. Kita bisa karena biasa.

Salam BK